MAKALAH
GELOMBANG ELEKTROMAGNETIK
![]() |
DISUSUN
O
L
E
H
VJYHONOE
X A
SMA N 1 RENGAT
T.P 2014 / 2015
KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Allah, hanya
kepada-Nya kita memuji, memohon pertolongan dan meminta ampunan. Kita
berlindung kepada Allah dari kejahatan nafsu dan keburukan amal perbuatan kita.
Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka tiada seorang pun yang dapat
menyesatkannnya. Sebaliknya, barang siapa yang disesatkan-Nya, maka tiada
seorang pun yang dapat memberinya petunjuk.
Kami hanya dapat berdoa, kiranya apa yang saya
tulis disini bermanfaat bagi kita semua. Ucapan terima kasih kepada semua pihak
yang telah mendukung dan membantu kami dalam menyelesaikan makalah ini. Kami sadar bahwa apa yang kami tulis masih sangat
jauh dari kesempurnaan. Untuk itu, kritikan dan saran yang sifatnya membangun
dari para pembaca sangat saya harapkan.
Akhir kata, mohon maaf apabila
terdapat banyak kesalahan dalam makalah ini. Dan hanya kepada Allah swt kita
berlindung dan memohon ampun.
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR………………………………………………….……………. i
DAFTAR ISI………………………………………………………………………… ii
BAB I PENDAHULUAN…………………………………………………………… 1
1.1 Latar Belakang Masalah………………………………………………….. 1
1.2 Rumusan Masalah………………………………………………………… 2
BAB II PEMBAHASAN……………………………………………………………. 3
2.1
Pengertian Gelombang elektromagnetik……………………………………… 3
2.2
jenis – jenis Gelombang elektromagnetik……………………………………. 5
2.3
Kegunaan / Manfaat Gelombang
elektromagnetik………………………….. 8
2.4
urutan frekuensi ……………………………………………………………… 10
2.5
Urutan panjang Gelombang elektromagnetik………………………………… 13
BAB III PENUTUP………………………………………………………………….. 15
1.
Kesimpulan………………………………………………………………............15
2.
Saran…………………………………………………………………………….. 16
DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………………….. 17
BAB 1
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Terjadinya
gelombang elektromagnetik, arus listrik dapat menghasilkan (menginduksi) medan
magnet. Ini dikenal sebagai gejala induksi magnet. Peletak dasar konsep ini
adalah Oersted yang telah menemukan gejala ini secara eksperimen dan dirumuskan
secara lengkap oleh Ampere. Gejala induksi magnet dikenal sebagai Hukum Ampere.
Kedua, medan magnet yang berubah-ubah terhadap waktu dapat menghasilkan
(menginduksi) medan listrik dalam bentuk arus listrik. Gejala ini dikenal
sebagai gejala induksi elektromagnet. Konsep induksi elektromagnet ditemukan
secara eksperimen oleh Michael Faraday dan dirumuskan secara lengkap oleh
Joseph Henry. Hukum induksi elektromagnet sendiri kemudian dikenal sebagai
Hukum Faraday-Henry.
Dari
kedua prinsip dasar listrik magnet di atas dan dengan mempertimbangkan konsep
simetri yang berlaku dalam hukum alam, James Clerk Maxwell mengajukan suatu
usulan. Usulan yang dikemukakan Maxwell, yaitu bahwa jika medan magnet yang
berubah terhadap waktu dapat menghasilkan medan listrik maka hal sebaliknya
boleh jadi dapat terjadi. Dengan demikian Maxwell mengusulkan bahwa medan
listrik yang berubah terhadap waktu dapat menghasilkan (menginduksi) medan
magnet. Usulan Maxwell ini kemudian menjadi hukum ketiga yang menghubungkan
antara kelistrikan dan kemagnetan. Jadi, prinsip ketiga adalah medan listrik
yang berubah-ubah terhadap waktu dapat menghasilkan medan magnet. Prinsip
ketiga ini yang dikemukakan oleh Maxwell pada dasarnya merupakan pengembangan
dari rumusan hukum Ampere. Oleh karena itu, prinsip ini dikenal dengan nama
Hukum Ampere-Maxwell. Dari ketiga prinsip dasar kelistrikan dan kemagnetan di
atas, Maxwell melihat adanya suatu pola dasar. Medan magnet yang berubah
terhadap waktu dapat membangkitkan medan listrik yang juga berubah-ubah terhadap
waktu, dan medan listrik yang berubah terhadap waktu juga dapat menghasilkan
medan magnet. Jika proses ini berlangsung secara kontinu maka akan dihasilkan
medan magnet dan medan listrik secara kontinu. Jika medan magnet dan medan
listrik ini secara serempak merambat (menyebar) di dalam ruang ke segala arah
maka ini merupakan gejala gelombang. Gelombang semacam ini disebut gelombang
elektromagnetik karena terdiri dari medan listrik dan medan magnet yang
merambat dalam ruang.
B. Rumusan Masalah
1. Pengertian Gelombang
elektromagnetik
2. jenis – jenis
Gelombang elektromagnetik
3. Kegunaan / Manfaat
Gelombang elektromagnetik
4. urutan frekuensi
5. Urutan panjang
Gelombang elektromagnetik
BAB
II
PEMBAHASAN
1. Pengertian Gelombang
elektromagnetik
James Clerk Maxwell (1831-1879), adalah
orang pertama yang menghitung besar laju rambatan gelombang elektro-magnet
dalam ruang hampa. Cahaya termasuk gelombang elektro-magnetik. Cepat rambat
gelombang elektromagnetik (c) tergantung dari permitivitas (ε ) dan permeabilitas
( µ) zat.
εr = permeabilitas relatif
εo =
permeabilitas udara
Untuk medium hampa udara, Untuk medium
hampa udara, εr dan µr masing-masing sama dengan 1. Cepat rambat gelombang
elektromagnetik dengan εo= 8,85 x 10-12 dan µo = 4x 10-7 diperoleh sebesar c =
3 x 108 m/s. Dengan demikian dapat dihitung cepat rambat gelombang
elektromagnetik pada suatu medium, jika diketahui permitifitas dan
permeabilitas relatifnya.
Hubungan
panjang gelombang () dan frekuensi gelombang (f) dinyatakan dengan rumus
C = cepat
rambat gelombang
f = frekuensi
Hubungan antara medan listrik (E),
medan magnet (B), dan arah rambatan (c) gelombang elektromagnetik dapat
ditentukan dengan menggunakan aturan tangan kiri.
Elektromagnetik dari kata “Elektro” dan “Magnetik” yang
berarti gelombang yang terdiri dari energy Listrik dan Magnet yang memancar
dengan sumber Muatan yang bergerak bolak-balik. System kerja elektromagnetik
merambat dengan system tangan kanan manusia yaitu arah jari keatas adalah Medan
Listrik, arah telapak tangan adalah Medan Magnet, dan arah jempol adalah arah
merambat vektor gelombang.
Gelombang Elektromagnetik adalah
gelombang yang dapat merambat walau tidak ada medium. Energi elektromagnetik
merambat dalam gelombang dengan beberapa karakter yang bisa diukur, yaitu:
panjang gelombang/wavelength, frekuensi, amplitude/amplitude, kecepatan.
Amplitudo adalah tinggi gelombang, sedangkan panjang gelombang adalah jarak
antara dua puncak. Frekuensi adalah jumlah gelombang yang melalui suatu titik
dalam satu satuan waktu. Frekuensi tergantung dari kecepatan merambatnya
gelombang. Karena kecepatan energi elektromagnetik adalah konstan (kecepatan
cahaya), panjang gelombang dan frekuensi berbanding terbalik. Semakin panjang
suatu gelombang, semakin rendah frekuensinya, dan semakin pendek suatu
gelombang semakin tinggi frekuensinya.
Energi elektromagnetik dipancarkan, atau
dilepaskan, oleh semua masa di alam semesta pada level yang berbeda-beda. Semakin
tinggi level energi dalam suatu sumber energi, semakin rendah panjang gelombang
dari energi yang dihasilkan, dan semakin tinggi frekuensinya. Perbedaan
karakteristik energi gelombang digunakan untuk mengelompokkan energi
elektromagnetik
2. jenis – jenis Gelombang
elektromagnetik
Spektrum merupakan ragam dari rentangan panjang dari suatu gelombang radiasi. Spektrum gelombang elektromagnetik adalah ragam gelombang elektromagnetik yang dikategorikan berdasarkan rentang frekuensinya. Spectrum gelombang elektromagnetik dipancarkan oleh transisi elektron yaitu ketika suatu electron berpindah dari orbit satu ke orbit yang lain.
Jenis-Jenis spektrum gelombang
elektromagnetik ada 7 macam. Jenis tersebut dikategorikan berdasarkan besar
frekuensi gelombangnya. Jika diurutkan dari frekuensinya yang paling besar ke
yang paling kecil adalah :
· Gelombang Radio
Gelombang ini memiliki panjang
sekitar 103 meter dengan frekuensi sekitar 104
Hertz. Sumber gelombang ini berasal dari rangkaian oscillator elektronik yang
bergetar. Rangkaian oscillator tersebut terdiri dari komponen resistor (R),
induktor (L), dan kapasitor (C). Spektrum gelombang radio dimanfaatkan manusia
untuk teknologi radio, televisi, dan telepon.
· Gelombang Mikro
Gelombang ini
memiliki panjang sekitar 10-2 meter dengan frekuensi sekitar 108
hertz. Gelombang ini dihasilkan oleh tabung klystron, kegunaanya sebagai
penghantar energy panas. Salah satu contoh penggunaan gelombang micro yaitu
pada oven microwave yang berupa efek panas untuk memasak. Gelombang micro dapat
mudah diserap oleh suatu benda dan juga menimbulkan efek pemanasan pada benda
tersebut. Selain itu, gelombang micro juga dapat digunakan untuk mesin radar.
· Gelombang Infra
Merah
Gelombang ini
memiliki panjang sekitar 10-5 meter dengan frekuensi sekitar 1012
hertz. Gelombang infra merah dihasilka ketika molekul electron bergetar
karena panas, contohnya tubuh manusia dan bara api. Manfaat kegunaan lain yaitu
untuk remote TV dan transfer data di ponsel.
· Gelombang
Cahaya Tampak
Sesuai namanya,
spketrum ini berupa cahaya yang dapat ditangkap langsung oleh mata manusia.
Gelombang ini memiliki panjang 0.5x10-6 meter dengan frekuensi 1015
hertz. Dan gelombang cahaya tampak sendiri terdiri dari 7 macam yang
disebut warna. Jika diurutkan dari yang paling besar frekuensinya adalah merah,
jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu.
· Gelombang Ultra
Violet
Gelombang UV
memiliki panjang 10-8 meter dengan frekuensi 1016 hertz.
Gelombang ini berasal dari matahari dan juga dapat dihasilkan oleh transisi
elektron dalam orbit atom, busur karbon, dan lampu mercury. Funsi UV dapat
bermanfaat dan dapat berbahaya bagi manusia. Salah satu contoh fungsi sinar UV
adalah sebagai detector untuk membedakan uang asli dan uang palsu.
· Gelombang Sinar
X
Gelombang ini
memiliki panjang 10-10 meter dan memiliki frekuensi 1018
hertz. Gelombang
sinar X sering disebut juga dengan sinar rontgen, karena gelombang ini banyak
dimanfaatkan untuk kegiatan rontgen di rumah sakit.
· Gelombang Sinar
Gamma
Gelombang ini
memilik panjang 10-12 meter dengan frekuensi 1020
hertz. Dihasilkan
dari peristiwa peluruhan radioaktif atau inti atom yang tidak stabil.Gelombang
sinar gamma merupakan gelombang yang memiliki frekuensi paling besar dan serta
panjang gelombang terkecil. Sehingga daya tembusnya sangat besar, bahkan bisa
menembus plat besi. Salah satu fungsi dari sinar gamma yaitu dapat digunakan
dalam kedokteran sebagai pembunuh sel kanker dan sterilisasi alat – alat
kedokteran.
Setelah
membaca penjelasan di atas, tentunya kita semua dapat melihat betapa ilmu
tentang spektrum gelombang magnetik ini sangat penting bagi kemajuan teknologi
di bumi. Untuk itu, kita harus terus belajar demi penemuan lain yang lebih
mutakhir.
3. Kegunaan / Manfaat Gelombang
elektromagnetik
Saat ini hampir
semua manusia memiliki
peralatan yang satu ini. Dia begitu kecil yang bisa dengan nyaman diletakkan di
dalam saku, namun dianggap memiliki fungsi yang sangat besar terutama untuk
berkomunikasi. Ya, benda itu adalah sebuah ponsel (telepon seluler). Saat ini
ponsel tidak hanya digunakan untuk menelpon saja tetapi juga untuk fungsi lain
seperti mengirim dan menerima pesan singkat (sms), mendengarkan musik, atau
mengambil foto. Bagaimana perangkat ponsel dapat terhubung dengan perangkat
ponsel yang lain padahal mereka saling berjauhan?
Konsep yang
bisa menjelaskan fenomena ini adalah konsep gelombang elektromagnetik. Dan,
konsep gelombang elektromagnetik ternyata sangat luas tidak hanya berkaitan
dengan TV atau ponsel saja, melainkan banyak aplikasi lain yang bisa sering kita
temukan sehari-hari di sekitar kita. Aplikasi tersebut meliputi microwave,
radio, radar, atau sinar-x.
Sebagaimana
yang telah dibahas sebelumnya bahwa ada dua hukum dasar yang menghubungkan
gejala kelistrikan dan kemagnetan.
Pertama, arus
listrik dapat menghasilkan (menginduksi) medan magnet. Ini dikenal sebagai
gejala induksi magnet. Peletak dasar konsep ini adalah Oersted yang telah
menemukan gejala ini secara eksperimen dan dirumuskan secara lengkap oleh
Ampere. Gejala induksi magnet dikenal sebagai Hukum Ampere.
Michael Faraday, penemu induksi elektromagnetik:
Kedua, medan
magnet yang berubah-ubah terhadap waktu dapat menghasilkan (menginduksi) medan
listrik dalam bentuk arus listrik. Gejala ini dikenal sebagai gejala induksi
elektromagnet. Konsep induksi elektromagnet ditemukan secara eksperimen oleh
Michael Faraday dan dirumuskan secara lengkap oleh Joseph Henry. Hukum induksi
elektromagnet sendiri kemudian dikenal sebagai Hukum Faraday-Henry.
Dari kedua
prinsip dasar listrik magnet di atas dan dengan mempertimbangkan konsep simetri
yang berlaku dalam hukum alam, James Clerk Maxwell mengajukan suatu usulan.
Usulan yang dikemukakan Maxwell, yaitu bahwa jika medan magnet yang berubah
terhadap waktu dapat menghasilkan medan listrik maka hal sebaliknya boleh jadi
dapat terjadi. Dengan demikian Maxwell mengusulkan bahwa medan listrik yang
berubah terhadap waktu dapat menghasilkan (menginduksi) medan magnet. Usulan
Maxwell ini kemudian menjadi hukum ketiga yang menghubungkan antara kelistrikan
dan kemagnetan.
James Clerk Maxwell peletak dasar teori gelombang
elektromagnetik:
Jadi, prinsip
ketiga adalah medan listrik yang berubah-ubah terhadap waktu dapat menghasilkan
medan magnet. Prinsip ketiga ini yang dikemukakan oleh Maxwell pada dasarnya
merupakan pengembangan dari rumusan hukum Ampere. Oleh karena itu, prinsip ini
dikenal dengan nama Hukum Ampere-Maxwell.
Dari ketiga prinsip dasar kelistrikan dan kemagnetan di
atas, Maxwell melihat adanya suatu pola dasar. Medan magnet yang berubah
terhadap waktu dapat membangkitkan medan listrik yang juga berubah-ubah
terhadap waktu, dan medan listrik yang berubah terhadap waktu juga dapat
menghasilkan medan
4. urutan frekuensi
pektrum Gelombang
Elektromagnetik, Kelas 10/12 SMA: panjang gelombang, frekuensi urutan spektrum
GEM, cahaya tampak.
Urutan Spektrum
Gelombang Elektromagnetik dari Frekuensi Besar ke Frekuensi Kecil / dari
Panjang gelombang Kecil ke Panjang Gelombang Besar
Sinar gamma( γ )
Sinar Rontgen atau
Sinar x
Sinar ultraungu atau
sinar ultraviolet
Sinar tampak
Sinar inframerah Atau
IR
Gelombang RADAR
Gelombang TV
Gelombang Radio
Urutan Frekuensi Cahaya
Tampak dari Besar ke Kecil
Cahaya ungu
Cahaya nila
Cahaya biru
Cahaya hijau
Cahaya kuning
Cahaya jingga
Cahaya merah
Spektrum Gelombang
Elektromagnetik

Urutan Spektrum
Gelombang Elektromagnetik
Rentang panjang
gelombang dari masing-masing terlihat dari gambar di atas. Untuk rentang
frekuensi beberapa gelombang yang terkenal adalah sebagai berikut:
Gelombang RADAR : sekitar 1010 Hz
Sinar infrared (IR) : 1011 - 1014 Hz
Sinar ultraviolet (UV) : 1015 - 1016 Hz
Sinar Rontgen (sinar X) : 1016 - 1020 Hz
Sinar gamma : 1020 - 1025 Hz
Berikut satu contoh
soal UN yang menuntut hafalan rentang frekuensi ataupun rentang panjang gelombang
elektromagnetik:
Gelombang
elektromagnetik yang mempunyai daerah frekuensi (1016 – 1020) Hz dan digunakan
untuk teknologi kedokteran adalah....
A. gelombang radio
B. sinar γ
C. sinar x
D. sinar ultraviolet
E. inframerah
(UN Fisika 2009 P04 No.
20 )
5. Urutan panjang Gelombang
elektromagnetik
usunan
semua bentuk gelombang elektromagnetik berdasarkan panjang gelombang dan
frekuensinya disebut spektrum elektromagnetik.
Gambar spektrum elektromagnetik
disusun berdasarkan panjang gelombang (diukur
dalam satuan m) yaitu mencakup kisaran :
1.
Energi yang sangat rendah, dengan panjang gelombang tinggi dan frekuensi
rendah, seperti gelombang radio
2. Energi yang
sangat tinggi, dengan panjang gelombang rendah dan frekuensi tinggi seperti
radiasi X-ray dan Gamma Ray
Gambar:
Sketsa Spektrum Gelombang Elektromagnetik
Spektrum gelombang elektromagnetik terdiri atas tujuh macam gelombang
yang dibedakan berdasarkan frekuensi serta panjang gelombang tetapi cepat
rambat di ruang hampa adalah sama, yaitu c =3 x 108 m/s.
Seperti yang sudah dibahas dalam teori Maxwell tentang gelombang
elektromagnetik. Frekuensi gelombang terkecil adalah gelombang cahaya
serta panjang gelombang terbesar sedangkan frekuensi terbesar adalah sinar
gamma serta panjang gelombang terpendek.
Spektrum gelombang elektromagnetik
terdiri dari urutan:
- gelombang radio dan televisi
- gelombang mikr
- infra merah
- cahaya tampak
- ultraviolet
- siar x
- sinar gamma
Urutan dari atas ke bawah adalah frekuensi makin besar serta
panjang gelombang makin pendek karena frekuensi dan panjang gelombang
berbanding terbalik.
BAB III
PENUTUP
A.Kesimpulan
Begitu besar peranan gelombang elektromagnetik yang
bermanfaat dalam kehidupan kita sehari-hari, tanpa kita sadari keberadaannya.
Spektrum elektromagnetik adalah rentang
semua radiasi elektromagnetik yang mungkin. Spektrum elektromagnetik dapat
dijelaskan dalam panjang gelombang, frekuensi, atau tenaga per foton. Spektrum
ini secara langsung berkaitan :
Spektrum elektromagnetik dapat dibagi
dalam beberapa daerah yang terentang dari sinar gamma gelombang pendek
berenergi tinggi sampai pada gelombang mikro dan gelombang radio dengan panjang
gelombang sangat panjang. Pembagian ini sebenarnya tidak begitu tegas dan
tumbuh dari penggunaan praktis yang secara historis berasal dari berbagai macam
metode deteksi. Biasanya dalam mendeskripsikan energi spektrum elektromagnetik
dinyatakan dalam elektronvolt untuk foton berenergi tinggi (di atas 100 eV),
dalam panjang gelombang untuk energi menengah, dan dalam frekuensi untuk energi
rendah (? = 0,5 mm). Istilah “spektrum optik” juga masih digunakan secara luas
dalam merujuk spektrum elektromagnetik, walaupun sebenarnya hanya mencakup
sebagian rentang panjang gelombang saja (320 – 700 nm)[1].
Dan beberapa
contoh spektrum elektromagnetik seperti :
§ Radar (Radio
Detection And Ranging),digunakan sebagai pemancar dan penerima gelombang)
§ Infra Merah
§ Dihasilkan dari
getaran atom dalam bahan dan dimanfaatkan untuk mempelajari struktur molekul
§ Sinar tampak
§ Mempunyai panjang gelombang 3990 Aº – 7800 Aº.
§ Ultra ungu
§ Dimanfaatkan
untuk pengenalan unsur suatu bahan dengan teknik spektroskopi.
B. Saran
Dengan adanya gelombang
elektromagnetik, kita dimudahkan dalam
berbagai bidang kehidupan. Seperti dibidang kesehatan, industry, bahkan
teknologi. Maka dari itu, sudah selayaknya kita menggunakannya serta
memanfaatkan seefektif dan seefisien mungkin gelombang elektromagnetik
tersebut.
DAFTAR PUSTAKA
Tim
Redaksi Pustaka Setia. 2005. Panduan SPMB Ipa 2006. Bandung: Pustaka Setia
Jones,
E.R dan Chiulders, R.L. 1994. Contemporary Collage Physics, Second Edition. New
York: Addison Wesley Longman.


